Jumat, 02 November 2012

Berpura-pura saja

Tak sebaik kemarin, untuk kita. Beginikah? Semakin hari semakin buruk kurasa. Bagaimana dengan maksud untuk “ingin memperbaiki hubungan kita” yang kau janjikan tempo hari? Bagaimana dengan “tak akan menyia-nyiakannya begitu saja” yang kau ucapkan saat itu?

Haruskah aku terus berpura-pura terhadap semua ini?
Berpura-pura buta untuk tak melihat apa yang kau lakukan di sana, berpura-pura tuli untuk tak mendengar celotehan orang-orang di sekitarku, berpura-pura bisu untuk tidak memprotes sikapmu yang sama sekali tak membuatku nyaman bersamamu saat berada jauh darimu, bahkan berpura-pura bodoh untuk hati dan pikiranku yang selalu padamu sedangkan kamu seakan tak mempedulikannya.
Aku tak mengatakan bahwa kau tak peka. Aku tahu kau peka, sangat peka. Tapi entah tak mau atau tak bisa menunjukkannya.
Baiklah, aku masih harus diam, berpura-pura tenang dengan keadaan seperti ini. Berpura-pura tak ada apa-apa. Berpura-pura tak memendam kesal terhadap sikapmu. Berpura-pura semua baik-baik saja.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar