Tak sebaik kemarin, untuk kita. Beginikah? Semakin hari semakin
buruk kurasa. Bagaimana dengan maksud untuk “ingin memperbaiki hubungan
kita” yang kau janjikan tempo hari? Bagaimana dengan “tak akan
menyia-nyiakannya begitu saja” yang kau ucapkan saat itu?
Haruskah aku terus berpura-pura terhadap semua ini?
Berpura-pura buta untuk tak melihat apa yang kau lakukan di sana,
berpura-pura tuli untuk tak mendengar celotehan orang-orang di
sekitarku, berpura-pura bisu untuk tidak memprotes sikapmu yang sama
sekali tak membuatku nyaman bersamamu saat berada jauh darimu, bahkan
berpura-pura bodoh untuk hati dan pikiranku yang selalu padamu sedangkan
kamu seakan tak mempedulikannya.
Aku tak mengatakan bahwa kau tak peka. Aku tahu kau peka, sangat peka. Tapi entah tak mau atau tak bisa menunjukkannya.
Baiklah, aku masih harus diam, berpura-pura tenang dengan keadaan
seperti ini. Berpura-pura tak ada apa-apa. Berpura-pura tak memendam
kesal terhadap sikapmu. Berpura-pura semua baik-baik saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar