Kau selalu membuatku tersenyum penuh, ketika inbox-mu mengisi handphoneku. Pesan singkatmulah yang aku tunggu, pesan singkatmulah yang aku harapkan saat-saat ini, saat dimana aku sedang memikirkanmu.
Aku lebih suka menunggu malam tiba, daripada harus menghabiskan pagi dan soreku. Aku sangat suka malam. Saat kamu menceritakan hari-harimu. Aku teringat saat kita makan berdua di restoran itu. Mungkinkah kejadian itu terulang lagi? Mungkin itu yang disebut kenangan. Sesuatu
yang terjadi dimasa lalu yang tidak akan mungkin terjadi lagi.
Aku juga suka siang. Karena aku dapat melihatmu, melihat senyummu. Bibir yang kau lengkukkan dengan indahnya. Senyummu itu loh... Uh, menghipnotisku. Saat aku berada didekatmu, aku merasa ada yang berbeda. Aku merasa ada yang melindungiku. Aku merasa aku begitu nyaman berada didekatmu.
Saat kamu mulai memasuki gerbang sekolah, lalu kamu menebarkan senyum manismu. Lalu kamu berjalan menuju kelasmu yang terletak di lantai dua. Tiba-tiba bel pertanda masuk berbunyi. Kamu berlari menuju kelasmu. Aku melihatmu, kemudian kamu memasuki kelasmu. Aku senang karena kamu tidak terlambat masuk kelas.
Aku bingung mengapa semua ini terjadi. Perhatian kecilmu, rasa peduli kamu dan semuanya itu mengubah perasaanku ke kamu. Perasaan yang (dulu) hanya sebatas kakak-adik kini telah berubah. Aku tidak tahu. Aku tidak mengerti dengan perasaan yang sedang kualami. Sebenarnya aku tidak ingin mengubah perasaan kakak-adik menjadi perasaan cinta. Apa ini yang namanya cinta? Jelaskan padaku?!
Aku benci ketika rumus matematika menghantuiku dan mereka berlomba-lomba masuk ke dalam otakku. Tiba-tiba kamu menggangguku dengan getaran di HP-ku, dengan sebuah pesan singkatmu. Pesan singkatmulah yang aku tunggu. Kau membuatku tersenyum tersipu malu. Lalu dengan dengan bodohnya aku membiarkanmu masuk ke dalam otakku dan mengusir rumus matematika.
Sekarang sudah bulan Januari. Mungkin kamu bakal pindah ke luar kota setelah kamu menghadapi Ujian Akhir Nasional pada bulan April nanti. Kamu akan memilih Universitas yang baik menurutmu. Lalu, mungkin kamu akan meninggalkan kota ini. Dan itu untuk waktu yang cukup lama. Aku akan merindukanmu. Ya, mungkin kamu berada dikota ini hanya tinggal 3 bulan.
Seandainya kita ga sekedar kakak-adekan.
Seandainya kamu tak menganggapku sekedar teman ceritamu.
Seandainya kamu menyelipkan namaku disetiap do'amu.
Aku pasti akan lebih bahagia, kak.
Selamat jalan kakak....
I will always love you :*
With love
10012012 :*
12:26
tulisan yang bagus....
BalasHapuscerita diri sendiri ya.....
:)
hhi..
BalasHapusbukan ..