Senin, 23 Januari 2012

Salahkah Keputusanku?

Hingga siang ini, aku masih saja memikirkan kejadian kemarin malam. Saat kamu membentakku dengan suara yang begitu keras. Aku tau ini semua memang salahku. Tapi, tidak harus kan kamu membentakku seperti itu? Baru tadi malam aku membentakku sekeras itu. Aku takut. Aku jadi berpikir kalau aku tidak akan bisa memilikimu.


Ya tadi malam adalah malam yang begitu yang sangat buruk bagiku. Aku memutuskan untuk menceritakan “DIA” ke kamu. Pada awalnya, aku tidak ingin memutuskan hal itu. Tapi rasanya aku tidak kuat jika harus menutupi semua ini. Dia! Dia sahabatmu. Dia sahabat kecilmu. Sahabat karibmu sejak SMP. Entah apa yang terlintas difikirannya saat dia menghubungiku.Bukankah dia tahu kalau aku
dekat dengan kamu? Tapi, kenapa dia masih saja mencoba mendekatiku?


Dia bercerita banyak hal melalui makhluk tak bernama; handphone. Mulai dari persahabatan kalian yang berawal dari SMP hingga sekarang. Hingga kalian telah berhasil melewati masa putih abu-abu (SMA). Pembicaraan berlanjut ke arah yang tak kusangka sebelumnya. Dia bertanya
                “Malam minggu besok ada acara?”
               “Mmmm.. Ga ada. Kayak biasalah.. Paling juga didepan computer dan ditemani teman-teman dunia maya. Kenapa?”
                “Waahh.. Aku ad aide. Gimana kalau besok malam kita jalan. Ya keliling bentar lah. Gimana?”
                “Ha? Maaf. Ga bisa. Mmmm. Udah dulu ya. Aku masih banyak kerjaan. Tugas numpuk. Byeee”
Aku tak habis fikir kenapa dia melontarkan pertanyaan ini kepadaku. Setelah aku menjawab pertanyaan itu, aku langsung mengakhiri pembicaraan itu.


Aku resah menutupi semua ini. Itulah sebabnya aku memutuskan untuk menceritakan semua ini ke kamu. Kamu yang aku sayangi. Kamu yang aku cintai. Ya! Aku menceritakan semuanya, tanpa ada yang tertinggal sedikitpun. Tiba-tiba nada suaramu berubah tigaratus enam puluh derajat. Nada suaramu berubah menjadi begitu tinggi. Cara berbicaramu semakin kencang. Dan lalu kamu membentakku sambil berkata “Jadi aku harus diem aja pas aku tahu orang yang aku sayang dekat dengan pria lain? Aku harus bersikap biasa aja waktu sahabatku sendiri ingin merebut kamu dari aku? OK! Fine!! Kalo itu mau kamu. Sekarang juga kamu kirim nomer handphone dia ke aku. SEKARANG!!”



Aku hanya bisa menangis tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Ya, karena aku sadar ini semua salahku. Aku yang terlalu meladeni dia. Tapi satau yang HARUS kamu tahu, AKU SANGAT MENCINTAIMU.aku sangat menyayangimu. Dia ya tetap dia. Dia tidak bisa menggantikan kamu. Dan ga akan bisa sampai kapanpun. Ternyata, dalam sebuah hubungan itu memang dibutuhkan sebuah "pertengkaran" yang membaikkan. Dimana kita bisa saling bertukar pikiran dan sama-sama menemukan jalan keluar tentang masalah tersebut.


Hingga detik ini, sikapmu masih saja dingin kepadaku. Aku tidak tau harus bagaimana supaya kamu memang benar-benar memaafkan aku. Kamu bilang ke aku kalo kamu memang sudah maafin aku. Tapi  apa ?! Kamu masih saja diemin aku. Kamu masih saja tidak menganggapku ada..


Saat-saat yang kuinginkan kembali adalah saat-saat kita bisa melewati waktu bersama. Aku kangen saat kita tertawa bersama. Saat kamu menanyakan hal-hal yang konyol. Saat perhatian kecilmu selalu membuatku tersenyum. Saat kamu yang selalu mengingatkan aku untuk sholat, makan, dan minum obat. Aku kangen semua itu. Aku kangen kamu yang dulu, bangeeet. Mungkin, aku yang tak pantas terlalu berharap berlebihan ke kamu. 
Salahkah aku saat aku menceritakan dia ke kamu? Yang kamu harus tau, aku hanya ingin mencoba terbuka. Ingin selalu jujur sama kamu. Aku tidak ingin ada yang ditutup-tutupin. Dan salahkah keputusanku kemaren malam? Jawab kak!! Jawab!! Jangan diemin novi kayak gini terus. 



Dari seorang cewek yang begitu menyayangimu.
Dia yang selalu ingin mendengar canda tawamu.
 Dia yang ingin selalu mendengar suaramu.
Dia yang selalu ingin memilikimu.
Dan taukah kau?
Dia itu aku :)


20 Januari 2012
Vialsa :*

3 komentar:

  1. munkin semua isi dalam cerita yg terterah itu ada pada diriku...
    >dulu seseorang yg mungkin paling mencintai aku, aku acuhkan dan sering sekali aku perakukan kasar..
    >aq tersadar bahwa semua itu kejam baginya..
    >rasa cemburu lah yg membuat aku begitu...
    >tapi setelah membaca ini semua,skarang aku mengerti. bagai mana perasaan wanita...
    .
    .
    nice, mungkin itu kata yg tepat untuk cerita ini...^_^

    BalasHapus
  2. :)
    Jangan sesekali menyakiti hati perempuan..
    Karena itu sama saja dengan memyakiti hati ibu kita sendiri :)
    Nice to know you :)

    BalasHapus