Selasa, 03 Januari 2012

Apakah Cinta Selalu Membutuhkan Air Mata?

Malam Minggu selalu saja menjadi malam yang spesial untukku. Hampir setiap Malam Minggu kita melakukan rutinitas kita berdua. Seperti, jalan-jalan mengelilingi kota ini. Lalu, makan di sebuah kedai lesehan ditemani lilin-lilin yang menambah suasana menjadi lebih romantis. Kemudian bercerita tentang kita. Yaa.. Kita, aku dan kamu. Kita menceritakan hari-hari kita dengan penuh canda tawa. Bahkan, kamu selalu saja menjadi penyebab dari senyumku.

Waktu aku sedang menceritakan tentang kegiatanku hari ini, tiba-tiba saja ada yang aneh yang ku lihat dari kamu. Kamu seperti menyembunyikan sesuatu dari aku. Kamu masih asyik dengan Handphone . (HP)mu. Jemarimu tak henti-hentinya mengetik pesan di layar HPmu. Setelah kamu membalas pesan itu, kamu tiba-tiba tersenyum dengan sendirinya. Aku menduga itu adalah pesan singkat dari perempuan lain. Aku mencoba mengintip layar HP kamu. Disitu tertulis sebuah nama. Kalau tidak salah lihat, namanya itu TANIA. Terlebih lagi, kamu memanggil dia dengan sebutan “sayang”. Bukankah panggilan “sayang” itu hanya untukku?

                “SMS dari siapa?” tanyaku dengan curiga.
                “SMS dari temen, sayang. Biasalah, dia ngajakin main basket besok malam. Katanya ada tanding gitu.. Dan hadiahnya lumayan loh. Sayang kalau dilewatkan.” Jawabnya dengan rasa gugup.
                “Mmmmm.. Udah malem nih, antar aku pulang sekarang” pintaku dengan nada kesal.
                “oke.. Kita pulang” jawabnya singkat.


Kenapa kamu harus berbohong kepadaku? Itu SMS dari TANIA kan? Kenapa kamu bilang itu SMS dari temen kamu? Menurutku, semua cewek juga bakal sakit hati kalau cowoknya SMSan dengan cewek lain, terlebih lagi pake kata “sayang”. Tahukah kamu? Sesampainya dirumah, aku langsung menangis. Aku tidak tahan lagi harus membendung air mata ini. Aku melihat banyak perubahan dari kamu. Kamu yang menjadi lebih egois. Kamu yang berubah menjadi kurang peduli dengan aku, dengan keadaanku. Kemana perhatianmu yang kamu berikan kepadaku dulu? Aku rindu saat perhatian kecilmu yang menjadi penyebab senyumku. Malam ini, kamu bukan menjadi penyebab senyumku, tapi menjadi penyebab tangisku, sayang. Apa itu adalah hobi kamu yang selalu membuatku menangis??


Aku terdiam...
Aku menangiss..
Aku merenung seorang diri didalam kamar...
Mungkin, ini bukan salah kamu sepenuhnya.
Ini juga kesalahanku, ya aku mengakui itu.
Salahku yang terlalu cepat menerima kamu menjadi kekasihku.
Salahku yang terlalu mudah terbuai dengan syair cintamu.
Salahku yang terlalu puas dengan pujian-pujian yang kamu berikan kepadaku.
Hingga kamu membuatku seolah-olah terbang di awan.


Kalau boleh Jujur, sebenarnya aku suka semua itu. Aku rasa, bukan hanya aku yang kamu kasih kata-kata manis seperti itu. Seperti banyak yang dibilang teman-temanku, kamu itu adalah seorang playboy. Bodohnya aku adalah aku tidak mendengarkan kata-kata mereka. Dan sekarang aku baru percaya kepada mereka. Bahwa ternyata dia adalah seorang playboy. Ini semua akibat yang harus aku terima. Aku menangis! Menangis sendirian di kamar. Apa kamu tahu? Ga kan? Mungkin sekarang kamu sedang memuji peremuan-perempuan lain.


With love :*
Novia Khairun Nisa

03-01-2012

9 komentar: