“Kemarin,
ku lihat awan membentuk wajahmu…
ku lihat awan membentuk wajahmu…
Desah angin
meniupkan namamu..
Tubuhku
terpaku..
Semalam,,
bulan sabit melengkungkan senyummu..
bulan sabit melengkungkan senyummu..
Tabur bintang
serupa kilau auramu
Akupun sadari,
ku segera berlariii
Cepat pulang..
Cepat kembali
jangan pergi lagi
Firasatku
ingin kau tuk cepat pulang
Cepat kenmabli
jangan pergi lagiii..”
I don’t know
how much I repeat this song. Maybe, I have repeat this song more than 20 times.
Yeayhh, Its crazihh. I know that. Ya at least I can show my feeling from that song. I miss my boyfriend at the moment. Hmm kalo ga salah terakhir kita ketemu tanggal 24
April 2012, tepat 2 hari sebelum anniv kita yang ke 3 bulan. Aku selalu
mendengarkan lagu itu ketika aku kangen kamu. Bukan hanya lagu itu yang aku
dengar. Lagu yang kamu kasih ke aku juga selalu aku dengerin sebelum aku tidur.
AAhh hoi itu belum bisa aku eliminasikan. Bukankah setiap lagu dapat membuat
seseorang menangis, tertawa, sedih ataupun bahagia? Karena menurutku, setiap
lagu itu punya kenangannya tersendiri.
Bulan ini,
tepatnya pada tanggal 26 Mei 2012 hubungan kita menginjak yang ke 4 bulan.
Semua terasa begitu cepat. Canda tawa bahagia, suka dan duka telah berhasil
kita lewati selama 4 bulan ini. Memang tak banyak pertemuan dalam hubungan
kita. Karena kita harus menjalankan tugas kita masing-masing. Aku harus
melanjutkan sekolahku, dan kamu harus melanjutkan kuliahmu di luar sana.
Kita harus terpisah jarak, ruang dan waktu.
Terakhir
kita bertatap muka sebulan yang lalu. Kita selalu bertukar kabar lewat
Handphone. tak sedikit pertengkaran yang terjadi dalam hubungan kita. Mulai
dari hal sepele dan hal yang “luar biasa”. Sehingga membuat kita saling
bertukar argument yang cukup menguras otak dan fikiran. Tapi, kita bisa kok
ngembaliin keadaan baik lagi seperti sedia kala. Memang butuh waktu untuk
membaikkan semuanya. Karena kita sudah dewasa, jadi kita bisa memilah mana yang
baik dan mana yang buruk.
Pesan
singkatmu dengan emote kiss memang tak pernah absen mengisi inbox hp ku. Mulai
dari mengucapkan selamat pagi hingga menjelang tidur. Ah kamu memang selalu
jadi penyemangatku. Aku sedih ketika beberapa pesan singkatmu yang aku simpan
di hpku, tiba-tiba hilang. Semua file yang berhubungan dengan kita lenyap sudah
karena kelalaianku. Berbagai foto kita, lagu yang kamu kasih ke aku, pesan
singkatmu, dan semuanya hilang ketika HP-ku tereset. Bahkan hampir 10 hari aku
tidak mendengarkan suramu saat kamu melantunkan nada-nada indah itu.
Seperti malam-malam
biasanya, kita selalu berkomunikasi lewat telephone. Tidak seperti pasangan
yang lain, jika mereka kangen, ada masalah, atu apalah itu mereka bisa langsung
bertatap muka. Kalau kita sih hanya bisa meluapkannya lewat telephone. Aku
rindu kamu. Dan tak semua org sanggup menjalani
seperti apa yang kita jalani, mengalami rindu yang tiada batas. Adakah
tempat yang pantas untuk menopang kepalaku selain dibahumu, selain dipelukanmu?
Aku rasa TIDAK!!
Percakapan kita tidak
seperti biasanya. Kita berbicara tentang beberapa bulan ke depan. Saat Juni,
Juli, Agustus, dan bulan-bulan selanjutnya. Pada saat bulan April kemarin, kamu
bilang kamu tidak akan pulang pada bulan Mei karena tugas kuliahmu yang telah menunggumu.
Bahkan kamu harus tidur hingga larut malam untuk menyelesaikan 9 bab. Ya, aku
hanya bisa menunggumu. Sendirian, kesepian, dan itu aku lakukan untukmu,
sayang.
Aku hanya bisa
berkata “IYA” saat kamu mengatakan kamu tidak bisa pulang pada bulan Mei. Aku
mencoba memberikan argumenku. “Kalau kamu ga pulang bulan Mei, aku tidak bisa
berjanji kalau kita bakal bertemu di tahun ini. Bulan Juni, aku dan keluargaku
harus pergi ke luar kota untuk menghadiri acara penting. Terus Juli, kamu ga
pulang. Dan agustus itu kamu emang pulang, tapi bukankah kamu harus pulang ke
kampung halamanmu?” Lalu, bagaimana dengan KITA?”
Tanpamu disisiku mungkin aku
sudah biasa. Yang tidak biasa adalah menunggu kabarmu yang tak kunjung datang. Ada
yang berbeda, tidak seperti hari biasanya. Hampir seharian aku tak mendapat
kabar darimu. Mungkin kamu yang terlalu sibuk, sehingga kamu tidak sempat
mengabariku. Dan aku memutuskan untuk menghubungi kamu terlebih dahulu.
‘“Jangan lupa sholat
ya sayang. Trus makan malam juga ga boleh absen loh ya”
“Iya sayang, pulangnya
jgn ngebut-ngebut loh. Mana lagi hujan pula. Awas aja kalo sampe sakit”
“Loohh?? Kok tau kalo
disini hujan? Kamu kan ga disini, ga di kota ini. Emang disana juga hujan?”
“Iya disini juga
hujan.”
“Lah kok bisa samaan
gini?”
“Ya iyalah bisa
samaan gini. Aku udah pulang. Dan sekarang kita hanya berjarak 300 meter saja.”
Percakapan
yang membuatku bingung. Dan kami memutuskan untuk ketemuan lagi setelah hampir
satu bulan tidak face to face. Rindu yang menggebu-gebu itu saat bertemu,
terbayar sudah dan penantian yg berarti. Rasanya ketemuan
setelah beberapa bulan gak ketemuan itu, berasa kaya pertama kali ketemu ada
rasa deg-degan. Tapi entah berapa lama berpisah,
ajaibnya kami,
tetap bisa bertahan & sanggup nunggu. Bertemu itu obat dari luka menanti.
Seperti biasanya saat kamu pulang ke
kota ini, kamu selalu berkunjung ke rumahku. Kamu bertemu kedua orangtuaku, dan
bertemu adik-adikku. Sepertinya, kamu sudah cukup akrab dengan mereka. Kamu
bercanda dengan adik-adikku, lalu kita menonton bareng, minum minuman seadanya,
dan menurutku itu romantic. Romantis ga melulu restoran mewah, dan bunga
mawar merah, kan? Saat-saat seperti itulah yang aku rindukan.
Detik berganti menit, menit berubah
menjadi jam, dan jam berganti hari. Tidak terasa kamu disini sudah hampir 3
hari. Dan besok itu kamu harus udah pulang ke Kotamu. Kota dimana kamu menuntut
ilmu. Kota itu cukup jauh dari sini. Baru aja kemarin kita makan dan
nonton bareng eh sekarang udah harus LDR lagi. Baru
aja kemarin kamu cium keningku, dan sekarang
kita memang harus ter pisaholeh ruang, jarak dan waktu lagi.Untuk perpisahan
cium tangan, cium kening, peluk, itu derita bukan 'so sweet'. Buat yg
longweekend gak ketemuan pasti ga akan
merasa nyeseknya perpisahan yg ketemu weekend ini.
Jadi kalo mau pisahan, tangan digenggam
erat rasanya genggaman ini gak mau dipisah, tapi ya ttp gk bisa juga. Dan
terkadang tulisan bisa lebih berarti dan bermakna dibanding dengan bicara secara
langsung, itulah LDR. Jadi kalo mau pisahan, liatin lambaian tangannya
sampe gak keliatan. Jadi kalo mau pisahan, liatin dia terus yang pada akhirnya
kita gak bisa nahan air mata.Jadi kalo mau pisahan, liatin jam terus
berasa waktu itu pengen berenti aja biar nahan dia dulu ttp aja gk bisa. Jadi
kalo mau pisahan, bikin catetan kecil/surat kecil utk dia, suruh bacanya pas
udah pisah. Yakin tambah sayang deh. Jadi
kalo mau pisahan usahakan bawa tissue ya pas nganterin dia ke
terminal/bandara/statisun/pelabuhan.
Keep smiling Distancersss.. You are not
alone. Kita buktikan kepada dunia bahwa walaupun LDR tetep bisa lebih romantis kok dari yang face-to-face. Kadang terbesit
pertanyaan “Rencana ketemuan lg kapan ? | hingga waktu yg akan mempertemukan
kita, asal kita sanggup bersabar.” Dan sampai ketemu tujuh bulan yang akan datang, tepatnya 26 Januari 2013. lama sih emang, tapi ya mo gimana lagi? Ketemuan sih bikin bahagia tp inget distance
must go on.
Bebererapa kata saya kutip dari sini. Mau tau kata-kata romantis untuk LDR? ayo klik disini. Dan jangan lupa beli bukunya juga ya :)
Follow aja twitternya @LongDistance_R
Dan follow twitter saya @novia_khanisa :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar