Selasa, 22 Mei 2012

Distance Must go on


“Kemarin,
ku lihat awan membentuk wajahmu…
Desah angin meniupkan namamu..
Tubuhku terpaku..

Semalam,,
bulan sabit melengkungkan senyummu..
Tabur bintang serupa kilau auramu
Akupun sadari, ku segera berlariii

Cepat pulang..
Cepat kembali jangan pergi lagi
Firasatku ingin kau tuk cepat pulang
Cepat kenmabli jangan pergi lagiii..”

I don’t know how much I repeat this song. Maybe, I have repeat this song more than 20 times. Yeayhh, Its crazihh. I know that. Ya at least I can show my feeling  from that song.  I miss my boyfriend at the moment. Hmm  kalo ga salah terakhir kita ketemu tanggal 24 April 2012, tepat 2 hari sebelum anniv kita yang ke 3 bulan. Aku selalu mendengarkan lagu itu ketika aku kangen kamu. Bukan hanya lagu itu yang aku dengar. Lagu yang kamu kasih ke aku juga selalu aku dengerin sebelum aku tidur. AAhh hoi itu belum bisa aku eliminasikan. Bukankah setiap lagu dapat membuat seseorang menangis, tertawa, sedih ataupun bahagia? Karena menurutku, setiap lagu itu punya kenangannya tersendiri.


Bulan ini, tepatnya pada tanggal 26 Mei 2012 hubungan kita menginjak yang ke 4 bulan. Semua terasa begitu cepat. Canda tawa bahagia, suka dan duka telah berhasil kita lewati selama 4 bulan ini. Memang tak banyak pertemuan dalam hubungan kita. Karena kita harus menjalankan tugas kita masing-masing. Aku harus melanjutkan sekolahku, dan kamu harus melanjutkan kuliahmu di luar sana. Kita harus terpisah jarak, ruang dan waktu. 

                Terakhir kita bertatap muka sebulan yang lalu. Kita selalu bertukar kabar lewat Handphone. tak sedikit pertengkaran yang terjadi dalam hubungan kita. Mulai dari hal sepele dan hal yang “luar biasa”. Sehingga membuat kita saling bertukar argument yang cukup menguras otak dan fikiran. Tapi, kita bisa kok ngembaliin keadaan baik lagi seperti sedia kala. Memang butuh waktu untuk membaikkan semuanya. Karena kita sudah dewasa, jadi kita bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. 

Pesan singkatmu dengan emote kiss memang tak pernah absen mengisi inbox hp ku. Mulai dari mengucapkan selamat pagi hingga menjelang tidur. Ah kamu memang selalu jadi penyemangatku. Aku sedih ketika beberapa pesan singkatmu yang aku simpan di hpku, tiba-tiba hilang. Semua file yang berhubungan dengan kita lenyap sudah karena kelalaianku. Berbagai foto kita, lagu yang kamu kasih ke aku, pesan singkatmu, dan semuanya hilang ketika HP-ku tereset. Bahkan hampir 10 hari aku tidak mendengarkan suramu saat kamu melantunkan nada-nada indah itu. 

Seperti malam-malam biasanya, kita selalu berkomunikasi lewat telephone. Tidak seperti pasangan yang lain, jika mereka kangen, ada masalah, atu apalah itu mereka bisa langsung bertatap muka. Kalau kita sih hanya bisa meluapkannya lewat telephone. Aku rindu kamu. Dan tak semua org sanggup menjalani seperti apa yang kita jalani, mengalami rindu yang tiada batas. Adakah tempat yang pantas untuk menopang kepalaku selain dibahumu, selain dipelukanmu? Aku rasa TIDAK!! 

Percakapan kita tidak seperti biasanya. Kita berbicara tentang beberapa bulan ke depan. Saat Juni, Juli, Agustus, dan bulan-bulan selanjutnya. Pada saat bulan April kemarin, kamu bilang kamu tidak akan pulang pada bulan Mei karena tugas kuliahmu yang telah menunggumu. Bahkan kamu harus tidur hingga larut malam untuk menyelesaikan 9 bab. Ya, aku hanya bisa menunggumu. Sendirian, kesepian, dan itu aku lakukan untukmu, sayang. 

Aku hanya bisa berkata “IYA” saat kamu mengatakan kamu tidak bisa pulang pada bulan Mei. Aku mencoba memberikan argumenku. “Kalau kamu ga pulang bulan Mei, aku tidak bisa berjanji kalau kita bakal bertemu di tahun ini. Bulan Juni, aku dan keluargaku harus pergi ke luar kota untuk menghadiri acara penting. Terus Juli, kamu ga pulang. Dan agustus itu kamu emang pulang, tapi bukankah kamu harus pulang ke kampung halamanmu?” Lalu, bagaimana dengan KITA?” 

Tanpamu disisiku mungkin aku sudah biasa. Yang tidak biasa adalah menunggu kabarmu yang tak kunjung datang. Ada yang berbeda, tidak seperti hari biasanya. Hampir seharian aku tak mendapat kabar darimu. Mungkin kamu yang terlalu sibuk, sehingga kamu tidak sempat mengabariku. Dan aku memutuskan untuk menghubungi kamu terlebih dahulu.
‘“Jangan lupa sholat ya sayang. Trus makan malam juga ga boleh absen loh ya”
“Iya sayang, pulangnya jgn ngebut-ngebut loh. Mana lagi hujan pula. Awas aja kalo sampe sakit”
“Loohh?? Kok tau kalo disini hujan? Kamu kan ga disini, ga di kota ini. Emang disana juga hujan?”
“Iya disini juga hujan.”
“Lah kok bisa samaan gini?”
“Ya iyalah bisa samaan gini. Aku udah pulang. Dan sekarang kita hanya berjarak 300 meter saja.”
             
          Percakapan yang membuatku bingung. Dan kami memutuskan untuk ketemuan lagi setelah hampir satu bulan tidak face to face. Rindu yang menggebu-gebu itu saat bertemu, terbayar sudah dan penantian yg berarti.  Rasanya ketemuan setelah beberapa bulan gak ketemuan itu, berasa kaya pertama kali ketemu ada rasa deg-degan. Tapi entah berapa lama berpisah, ajaibnya kami, tetap bisa bertahan & sanggup nunggu. Bertemu itu obat dari luka menanti.

            Seperti biasanya saat kamu pulang ke kota ini, kamu selalu berkunjung ke rumahku. Kamu bertemu kedua orangtuaku, dan bertemu adik-adikku. Sepertinya, kamu sudah cukup akrab dengan mereka. Kamu bercanda dengan adik-adikku, lalu kita menonton bareng, minum minuman seadanya, dan menurutku itu romantic. Romantis ga melulu restoran mewah, dan bunga mawar merah, kan? Saat-saat seperti itulah yang aku rindukan.
            Detik berganti menit, menit berubah menjadi jam, dan jam berganti hari. Tidak terasa kamu disini sudah hampir 3 hari. Dan besok itu kamu harus udah pulang ke Kotamu. Kota dimana kamu menuntut ilmu. Kota itu cukup jauh dari sini. Baru aja kemarin kita makan dan nonton  bareng eh sekarang udah harus LDR lagi. Baru aja kemarin kamu cium keningku,  dan sekarang kita memang harus ter pisaholeh ruang, jarak dan waktu lagi.Untuk perpisahan cium tangan, cium kening, peluk, itu derita bukan 'so sweet'. Buat yg longweekend  gak ketemuan pasti ga akan merasa nyeseknya perpisahan yg ketemu weekend ini.
               
Jadi kalo mau pisahan, tangan digenggam erat rasanya genggaman ini gak mau dipisah, tapi ya ttp gk bisa juga. Dan terkadang tulisan bisa lebih berarti dan bermakna dibanding dengan bicara secara langsung, itulah LDR. Jadi kalo mau pisahan, liatin lambaian tangannya sampe gak keliatan. Jadi kalo mau pisahan, liatin dia terus yang pada akhirnya kita gak bisa nahan air mata.Jadi kalo mau pisahan, liatin jam terus berasa waktu itu pengen berenti aja biar nahan dia dulu ttp aja gk bisa. Jadi kalo mau pisahan, bikin catetan kecil/surat kecil utk dia, suruh bacanya pas udah pisah. Yakin tambah sayang deh.  Jadi kalo mau pisahan usahakan bawa tissue ya pas nganterin dia ke terminal/bandara/statisun/pelabuhan.


Keep smiling Distancersss.. You are not alone. Kita buktikan kepada dunia bahwa walaupun LDR tetep bisa lebih romantis kok dari yang face-to-face.  Kadang terbesit pertanyaan “Rencana ketemuan lg kapan ? | hingga waktu yg akan mempertemukan kita, asal kita sanggup bersabar.” Dan sampai ketemu tujuh bulan yang akan datang, tepatnya 26 Januari 2013. lama sih emang, tapi ya mo gimana lagi? Ketemuan sih bikin bahagia tp inget distance must go on.



           
 ***note***
Bebererapa kata saya kutip dari sini.  Mau tau kata-kata romantis untuk LDR? ayo klik disini. Dan jangan lupa beli bukunya juga ya :)
Follow aja twitternya @LongDistance_R
Dan follow twitter saya @novia_khanisa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar