Saat rumus fisika sedang berlomba-lomba masuk ke dalam fikiranku, kamu masih saja ingin masuk ke dalam fikiranku. Dan hebatnya, kamu berhasil menghipnotis aku dengan datangnya kamu ke otakku. Semua rumus fisika hilang satu persatu entah kemana. Yang tertinggal di fikiranku hanyalah kamu. Kamu yang berada jauh disana. Kamu yang bermata sipit. Kamu yang berbadan kurus. Dan kamu yang aku sayangi :*
Aku cukup bahagia dengan satatus kita yang seperti ini. Kita saling melontarkan kata sayang. Kita saling mengingatkan segala sesuatu mulai dari hal terkecil sampai hal yang terbesar. Seperti jangan lupa makan dan jangan lupa beribadah. Walaupun status kita hanya sebagai teman. Ya (mungkin) teman. Teman tapi mesra.
Status kita yang hanya sebatas teman ini memang selalu berhasil membuat saya galau. Saat kita harus saling memendam rasa kengen. Saat kita harus mengabaikan rindu yang begitu dalam. Serta saat rasa cinta dan sayang yang semakin tumbuh dihati kita. Apakah akan terus seperti ini? Saat aku hanya bisa memandangi foto kamu yang menjadi wallpaper handphone ku. Saat aku hanya bisa mengintip dan mengetahui kegiatanmu lewat profil Facebook kamu. Menunggu kamu, kamu dan kamu…
Terkadang menunggu bisa menjadi hal yang indah kok. Menunggu akan menjadi hal yang indah dan tidak membosankan jika kamu menunggu bersama orang yang kamu sayangi. Menunggu bagi sebagian orang memang menjadi hal yang menyebalkan. Dulu aku juga pernah merasakan itu. Menunggu kamu di bukit ini menjadi hal yang menyenangkan.Melihat pemandangan disekitar bukit, sendirian. Apalagi jika sambil mendengarkan sebuah lagu yang kamu berikan ke aku.
Gemerisik rindu ini hanya bisa terobati lewat suara kamu yang mengalir dalam benda yang tak bermakhluk; Handphone. Aku rindu kamu sayang. Andai saja tidak ada ratusan jarak kilometer yang memisahkan kita. Pasti kita bisa saling memandang satu sama lain. Dan pastinya kita akan lebih bahagia sayang ….
With love
Novia Khairun Nisa :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar